Cegah Radikalisme, Satgas Madago Raya Gelar FGD Interdenominasi Gereja di Poso

-News-
oleh

Nesia – Satuan Tugas (Satgas) II Preemtif Operasi Madago Raya menggelar Focus Group Discussion (FGD) Interdenominasi Gereja se-Kabupaten Poso, Selasa (11/6/2024).

Kegiatan ini bertujuan untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta mencegah radikalisme dan intoleransi di wilayah tersebut.

yang berlangsung di Meeting Room Hotel Kartika Beach, Kelurahan Moengko Baru, Kecamatan Poso Kota, dihadiri oleh para pendeta dan tokoh agama Kristen dari berbagai denominasi di Kabupaten Poso.

Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Posko Ops Madago Raya, Kompol Mat Syukri, S.Sos.

Dalam sambutannya, Kompol Mat Syukri menyampaikan bahwa Interdenominasi Gereja merupakan salah satu kegiatan prioritas Ops Madago Raya-2024 Tahap II.

Baca Juga:  740 Personel Polri dan PNS Polda Sulteng Naik Pangkat, Ini Pesan Kapolda!

Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan peran para pendeta dan tokoh agama Kristen dalam menjaga Kamtibmas dan mencegah radikalisme di Kabupaten Poso.

“Keberadaan pendeta memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan dan pembangunan umat Kristiani di Indonesia. Bukan hanya sebatas untuk memimpin gereja, namun juga dapat langsung menegakkan nilai-nilai keagamaan di tengah umat,” ujar Kompol Mat Syukri.

Lebih lanjut, Kompol Mat Syukri berharap para pendeta dan tokoh agama Kristen dapat menjadi ujung tombak dalam menangkal paham radikal dan intoleransi di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya di Kabupaten Poso.

Baca Juga:  4 Provinsi Bakal Gelar Pemungutan Suara Susulan di 668 TPS

“Ilmu yang diterima dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari di wilayah tempat tugasnya,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, dua narasumber juga dihadirkan untuk memberikan materi terkait dengan pencegahan radikalisme dan intoleransi.

Narasumber pertama, Pdt. Dr. Sem Kolma Lassa, M.Th.,M.Mis ( Majelis Daerah Sulteng GPDI), menyampaikan materi tentang “Tipikal Gerakan Intoleran dan Radikalisme di Zaman Gereja Mula-mula sebagai Cerminannya pada Masa Kini dalam Konteks Kab. Poso”.

Narasumber kedua, Pdt. Dr. Tertius Y. Lantigimo, M.Th ( 1 Majelis Sinode GKST), menyampaikan materi tentang “Peran Pendeta/Pimpinan Gereja dalam Mencegah Sikap Radikal dan Intoleran Internal Gerejawi”.

Baca Juga:  Sulteng Masuk 5 Besar Daerah Rawan, Bawaslu Soroti Kerawanan Pilkada 2024

Diakhir kegiatan, para pendeta dan tokoh agama Kristen mengucapkan terima kasih kepada Ops Madago Raya yang telah menyelenggarakan Interdenominasi Gereja. Mereka juga berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

Interdenominasi Gereja ini merupakan salah satu upaya Satgas Madago Raya untuk menciptakan situasi yang kondusif di Kabupaten Poso. Dengan meningkatkan peran para pendeta dan tokoh agama Kristen, diharapkan dapat mencegah penyebaran radikalisme dan intoleransi di wilayah tersebut.

banner

Komentar