Ceramah Kamtibmas, Da’i Polri: Jaga Kerukunan, Waspadai Paham Radikal

-News-
oleh

Palu Nesia – Tim Da’i Polri Satgas Preemtif Ops Madago Raya menggelar ceramah di Masjid Nur Fatra, Kelurahan Moengko Lama, Kecamatan Poso Kota, Kabupaten Poso, Rabu, (22/5/2024).

Ceramah ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), serta menangkal masuknya dan intoleran di wilayah Kabupaten Poso.

Tim Da’i Polri yang terdiri dari Ipda Ilham Sriwan, Aiptu Ridwan, dan Aipda Sofyan Al Liosi menyampaikan pesan-pesan kepada jamaah Masjid Nur Fatra, antara lain:

Baca Juga:  Syukuran Hari Bhayangkara, Kapolda Sulteng: Bangga memiliki Forkopimda, Stakeholder dan Masyarakat yang Solid

Pertama, Bersyukur atas rasa aman dan tentram yang diberikan Allah Subhannahu Wa Ta’ala, dan diharapkan jamaah dapat menjaga agar tetap kondusif.

Kedua, Tetap menjaga serta kerukunan antar umat beragama.

Ketiga, Mewaspadai masuknya dan intoleran yang dapat merusak keyakinan beragama dan berbangsa, serta menjaga generasi muda dari pengaruh paham-paham tersebut.

Baca Juga:  Pastikan Kondisi Prima, 8 Personel Tim Alfa 1 Jalani Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Patroli

Jamaah Masjid Nur Fatra menyambut baik ceramah dari Tim Da’i Polri dan menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan mereka. Jamaah juga menyatakan kesiapannya untuk membantu Polri dalam mewujudkan Kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Poso.

Kasubsatgas Humas Ops Madago Raya, AKP Basirun Laele mengatakan, bahwa kegiatan ceramah ini merupakan salah satu upaya Polri untuk menjaga Kamtibmas di wilayah Kabupaten Poso.

Baca Juga:  Selama Sebulan, Polda Sulteng Ungkap 68 Kasus Narkoba dan Sita 7,6 Kg Sabu

“Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga Kamtibmas, diharapkan dapat mencegah terjadinya gangguan dan ketertiban di wilayah tersebut,” kata AKP Basirun Laele.

AKP Basirun Laele juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap informasi-informasi yang tidak benar dan provokatif yang dapat mengganggu Kamtibmas.

“Masyarakat harus selalu mengecek kebenaran informasi sebelum menyebarkannya, dan jangan mudah terprovokasi oleh berita bohong,” tandas AKP Basirun Laele.

banner

Komentar