Pimpinan Pondok Pesantren Ittihadul Ummah Dukung Polri Cegah Paham Radikal di Parimo

-News-
oleh

Pondok Pesantren Ittihadul Ummah. (Foto: Istimewa)

Nesia – Program Kepolisian Republik Indonesia () khususnya Polda Sulteng dalam menciptakan situasi keamanan mendapat dukungan dari berbagai kalangan.

Salah satunya dari Pondok Pesantren Ittihadul Ummah dipimpin oleh KH. Muhammad Qosim Abdul Madjid seorang tokoh kharismatik di Kabupaten Parimo yang juga seorang Abnaul Al-Khairaat.

Pondok pesantren Ittihadul Ummah siap bersinergi dengan Kepolisian untuk menjaga keamanan serta menangkal penyebaran radikalisme dan mendukung Satgas Madago Raya.

Baca Juga:  Cegah Radikalisme, Polisi Ajak Warga Purwosari Waspada Isu Provokatif

KH. Muhammad Qosim Abdul Madjid selaku pimpinan ponpes dalam keterangannya mengatakan, keamanan merupakan tanggung jawab bersama olehnya dia mengajak masyarakat untuk mendukung pihak Polri dalam memelihara situasi keamanan tersebut, Jumat (21/7/2023).

Ia juga berharap situasi keamanan saat ini bisa terus terjaga dengan baik dan dengan hadirnya Pondok pesantren Ittihadul Ummah dapat menciptakan generasi muslim yang memiliki nilai nasionalisme dan menghormati kerukunan antar , ungkapnya.

Baca Juga:  Libatkan 256 Personel, Polda Sulteng Lanjutkan Operasi Kewilayahan Madago Raya Tahap II

KH. Muhammad Qosim Abdul Madjid menegaskan, bahwa sangat menolak adanya paham-paham yang dapat mengakibatkan tindakan dan juga mendukung adanya yang dilakukan oleh Kepolisian, jelasnya.

“Kami sangat menolak adanya paham- yang dapat mengakibatkan tindakan terorisme dan memecah belah umat,” pungkasnya.

Santri pondok pesantren  Ittihadul Ummah memiliki cara berpikiran terbuka dan moderat tanpa meninggalkan unsur islam, berperilaku atas dasar serta sunnah Rasulullah SAW, disiplin dan kesederhanaan diaplikasikan dilingkunagan pondok, pungkasnya.

banner

Komentar